Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Gita Wirjawan Khawatir Smartphone Kena Pajak Barang Mewah Picu Penyelundupan

Written By empapat on Rabu, 11 September 2013 | 00.27

Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan salah satu pejabat yang keberatan dengan gagasan pengenaan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPn BM) untuk ponsel jenis smartphone. Menurut Gita, rencana tersebut akan menjadi bumerang terhadap risiko melonjaknya penyelundupan produk smartphone di Indonesia.

"Kalau dipajakin malah makin meningkat saya rasa gitu," kata Gita di Istana Negara, Selasa (10/9/2013)

Menurut Gita soal keberatannya ini ia sudah sampaikan ke kementerian keuangan. Pihak kementerian keuangan melalui Badan Kebijakan Fiskal (BKF) akan membahas soal PPn BM untuk smartphone.

"Bahwa yang menjadi isu lebih besar banyak produk ilegal yang udah ada. Itu justru yang harus disikapi. Justru semakin ditekan dengan pajak segala macam makin ada ruang," katanya.

Gita menuturkan, sebelum ada PPn BM saja, kini produk smartphone ilegal marak beredar di Indonesia. Apalagi, jika PPn BM akan dikenakan kepada produk yang kini menurutnya sudah tak lagi disebut sebagai barang mewah.

"Seperti yang ditemukan di Roxy banyak banget kan. Yang seharusnya dijual di luar dijual di sini. Nggak ada garansi," katanya.

Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan impor ponsel khususnya ponsel pintar saat ini sangat besar. Menurutnya sangat disayangkan jika tidak dikenakan pajak.

"Iya (ponsel) yang akan kena. Ini impor semua nggak ada yang dalam negeri ini besar impornya," ungkap Bambang.

(hen/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!


00.27 | 0 komentar | Read More

Wakapolri Tinjau Lokasi Penembakan Bripka Sukardi di Depan KPK




Rabu, 11/09/2013 00:09 WIB





Indra Subagja - detikNews





Jakarta - Wakapolri Komjen Pol Oegroseno meninjau lokasi penembakan Bripka Sukardi di depan Gedung KPK di Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Berkaus kerah warna biru, Oegroseno mendapat penjelasan dari sejumlah anggota kepolisian.

Oegroseno datang ke lokasi kejadian pada Selasa (10/9) sekitar pukul 23.45 WIB.

Oegroseno langsung melihat lokasi Sukardi yang ditembak orang tak dikenal.

Oegroseno tampak berbincang serius dengan Dirkamneg Mabes Polri Brigjen Setyo Wasisto dan beberapa perwira Polda Metro.

(ndr/mpr)








Sponsored Link




00.24 | 0 komentar | Read More

Inikah Wujud iPhone 5S?

Jakarta - Beberapa saat lagi hajat besar Apple akan segera dimulai. Banyak gosip yang menyebutkan bahwa akan ada iPhone baru yang diperkenalkan, seperti inikah bentuknya?

Gambar yang diduga iPhone 5S muncul sesaat sebelum acara besar Apple resmi digelar di Cupertino,Amerika Serikat.Bocoran tersebut terlihat cukup meyakinkan, dengan beberapa perubahan seperti yang diduga sebelumnya.

Perbedaan utama terletak pada bagian 'Home Button' yang kali ini disebut juga Touch ID sensor. Jadi selain bisa berfungsi seperti biasa, tombol tersebut juga bisa dipakai sebagai pemindai sidik jari. Persis seperti bocoran yang selama ini beredar.

Selain tombol tersebut tidak terlihat adanya perbedaan lain dari sisi tampilan. Seperti dikutip detikINET, Selasa (10/9/2013).

Situs Nowhereelse.fr yang melansir gambar tersebut mengaku mendapatkan bocoran dari sumber yang terpercaya. Namun tetap saja belum bisa dipastikan, apakah gambar tersebut memang benar iPhone 5S atau bukan.


(eno/eno)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!


00.05 | 0 komentar | Read More

Barry Callebaut Buka Pabrik Cokelat Rp 330 Miliar di Makassar

Written By empapat on Rabu, 04 September 2013 | 00.27

Makassar - Produsen cokelat (kakao) dunia Barry Callebaut asal Belanda bekerjasama dengan perusahaan eksportir kakao PT Commextra Majora, meresmikan pabrik pengolahan kakao dengan investasi senilai US$ 33 juta atau sekitar Rp 330 miliar. Pabrik ini memiliki kapasitas giling 30 ribu ton per tahun di kawasan Salodong, Makassar.

Dalam perjanjiannya, PT Commextra berkewajiban menyuplai pasokan biji kakao dalam jangka panjang. Dalam pendirian perusahaan patungan PT Barry Callebaut Commextra Indonesia pada November 2011, Barry Callebaut memiliki saham 60 persen dan PT Commextra memiliki 40 persen.

Presiden Barry Callebaut Cocoa Asia Pasific, Edmund Ee mengatakan Indonesia produsen ketiga kakao dunia, produksi kakao Indonesia memasok 11 persen kebutuhan dunia setelah Ghana dengan total produksi kakao 21 persen dan Pantai Gading sebesar 37 persen.

"Lokasi pabrik ke-16 kami di Makassar sangat ideal, karena sebagian besar perkebunan kakao berada di Sulawesi sehingga akan mengurangi
biaya logistik," ujar Edmund.

Sedangkan CEO Barry Callebaut Juergen Steinemann menyebutkan pabrik pengolahan kakao cair di Makassar membuka peluang sumber kakao yang baru dan akan memperkokoh kehadiran manufakturnya secara keseluruhan di kawasan Asia Pasifik.

"Kami dapat menghadirkan struktur pabrik dan dukungan terbaik di kawasan yang permintaannya akan produk kakao dan cokelat bermutu yang sedang tumbuh pesat, yakni di Asia sekitar 5 hingga 9 persen, setiap tahunnya diprediksi meningkat 4 sampai 6 persen," pungkas Juergen.

Peresmian pabrik ini dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dan para petinggi Barry Callebaut.

(hen/hen)

00.27 | 0 komentar | Read More

Pusat Nusantara di Universitas Negeri Saint Petersburg




Rabu, 04/09/2013 00:07 WIB






Lailal K Yuniarti - detikNews





Moscow - Tubuh renta tidak mengurangi semangat Prof Oglobin untuk mengajarkan Bahasa Indonesia kepada mahasiswa-mahasiswanya di Saint Petersburg State University (SPbGU). Melalui Pusat Nusantara di kampus ini, para mahasiswa juga mempelajari sejarah dan budaya Indonesia.

Pada suatu hari di musim panas tahun lalu, saat Kota Saint Petersburg mengalami puncak Malam Putih alias White Night yang terkenal seantero jagad itu, penulis bersama sejumlah rekan media dari Indonesia menemui Profesor Alexander Oglobin di kampusnya yang teduh di tepi Sungai Neva.

Meski tubuhnya nampak renta namun semangat dan hasratnya untuk mengajarkan Bahasa Indonesia masih sangat membara. Selain berkeliling kampus, Prof Oglobin juga mengajak kami meninjau Pusat “Nusantara” yang berada di lantai 3 salah satu gedung kampus SPbGU. Menapaki tangga curam menuju lantai 3 itu dilakukannya dengan santai tanpa terengah-engah, mungkin karena sudah sangat terbiasa melakukannya.

Jangan bayangkan sebuah pusat studi dengan ruangan yang besar, mewah dan penuh berbagai fasilitas modern. Pusat “Nusantara” di universitas negeri terbesar di Saint Petersburg ini sama halnya seperti Pusat “Nusantara” di Moscow State University, hanya berupa ruang kelas kecil dan sederhana dengan papan tulis dan beberapa set meja kursi untuk para mahasiswa. Di dinding bisa ditemukan poster-poster tua mengenai Indonesia dan Melayu seperti huruf-huruf, pakaian adat dan gambar buah-buahan tropis. Sementara rak buku dalam ruangan itu memajang sejumlah buku pelajaran Bahasa Indonesia dan buku-buku lain mengenai Indonesia dan kebudayaan Melayu.

Tapi jangan salah, dari ruangan kecil nan sederhana inilah Bahasa Indonesia diajarkan di Saint Petersburg State University sejak tahun 1955. Sudah banyak lulusan Bahasa Indonesia dari universitas ini yang bekerja di berbagai bidang termasuk sejumlah diplomat Uni Soviet masa itu. Meskipun tidak spektakuler jumlahnya, setiap tahun jurusan Bahasa Indonesia diminati sekitar 5-6 orang mahasiswa.

Menurut Prof Oglobin, para mahasiswa ini memiliki semangat luar biasa untuk mempelajari bahasa dan sejarah Indonesia. Meskipun para mahasiswa ini kerap galau memikirkan bagaimana caranya memanfaatkan keahlian berbahasa Indonesia untuk mencari pekerjaan selulus kuliah. Tidak seperti mahasiswa yang mengambil jurusan Bahasa Jepang atau Korea yang bisa langsung melamar ke perusahaan-perusahaan Jepang atau Korea di Rusia.

Namun demikian, Prof Oglobin yang mulai mengajar Bahasa Indonesia di Saint Petersburg State University sejak tahun 1966 ini yakin peminat jurusan Bahasa Indonesia masih akan tetap banyak.Next

(trq/trq)









Sponsored Link




00.24 | 0 komentar | Read More

Nikita Mirzani ke Kantor Polisi, Konsultasi Tanah

Written By empapat on Rabu, 28 Agustus 2013 | 00.30


TEMPO.CO, Bandung - Artis Nikita Mirzani kembali mendatangi markas Kepolisian Resor Kota Bandung, tempat kasus perkelahiannya dengan seorang perempuan bernama Fia disidik, Selasa 27 Agustus 2013. Namun, Nikita mengaku datang bukan untuk diperiksa penyidik.


"Kan aku mau beli tanah buat dibangun kos-kosan. Tapi karena belum pernah beli tanah di Bandung, tanya-tanya tadi bagaimana prosesnya, harus apa saja, dan kebetulan kantor polisinya di sini," kata Nikita di markas polres Bandung, Selasa petang 27 Agustus 2013.


Nikita mengatakan ia ingin merintis bisnis properti buat bekal di masa depan setelah pensiun dari profesi artis. "Kan jadi artis nggak bisa selamanya. Beli properti juga menguntungkan karena harga properti kan tiap tahun naik. Kan nggak ada salahnya,"papar dia.


Saat Tempo bertanya, apakah sempat juga diperiksa lagi penyidik ihwal perkembangan kasusnya yang terjadi di kafe Golden Monkey, Dago, akhir Juli, Nikita mengelak. "Nggak ada (pemeriksaan). Justru gue yang bertanya ke polisi. Katanya kasus sebentar lagi mau gelar perkara," ujarnya.


"Mudah-mudahan akhir yang terbaik terjadi nanti karena selama ini ketidakadilan ada di gue melulu," kata Nikita lagi. Satuan Reserse Polres Kota Bandung belum bisa dikonfirmasi.


Nikita terlibat perkelahian di kafe Golden Monkey, Dago, Bandung, dinihari Sabtu 27 Juli 2013. Pagi harinya, ia lalu melapor ke Polrestabes Bandung sebagai korban penganiayaan dan kemudian dimintai keterangan. Membalas pengaduan Nikita, lawannya, Yun Tjun dan Fia, balik melaporkannya sebagai pelaku penganiayaan ke kantor polisi yang sama.


ERICK P. HARDI 


Terpopuler:


'Khofifah Menang Jika Pilkada Jatim di Jakarta'  


Ini Modal Jokowi buat 'Nyapres'  


Lurah Susan Akan Didemo Warga Lenteng Agung Besok  


Lelucon Politik ala Calon Presiden


Warga Pluit Laporkan Jokowi ke Polisi  


00.30 | 0 komentar | Read More

Harga Kedelai Impor Naik, Pemerintah Waspada

Jakarta - Saat ini harga kedelai dan jagung internasional tengah naik karena ada anomali cuaca. Hal ini terjadi di AS sebagai salah satu pemasok kedelai dan jagung ke Indonesia.

"Di Amerika sendiri sebetulnya ada anomali sehingga memang ada kenaikan. Coba cek ada kenaikan harga kedelai, jagung, ini kita harus waspadai. Dan juga tentu ada rupiahnya juga. Oleh karena itu, Menteri Perdagangan dalam rapat tadi, segera kita mencukupi kebutuhan dalam negeri kita agar tidak menimbulkan harga meningkat agar suplainya cukup," ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa di kantornya usai rapat dengan sejumlah menteri, Jakarta, Selasa (27/8/2013).

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan, ketergantungan Indonesia terhadap impor pangan saat ini dinilai sudah parah. Pengusaha menilai pemerintah harusnya punya perencanaan yang baik untuk meningkatkan produktivitas dalam negeri.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan, bila produktivitas pangan Indonesia kuat dan bahkan bisa ekspor, maka pelemahan rupiah terhadap dolar tak bermasalah, malah akan menguntungkan.

"Ya ini (pelemahan rupiah) kan karena pemerintah nggak punya perencanaan yang baik, punya rencana tapi nggak dilakukan, tidak pernah kasih bibit unggul yang baik, agar bisa petani kita tanam pada saat tidak tanam padi. Ya bagaimana kebutuhan kita tinggi, produksinya nggak cukup. Pemerintah tidak pernah serius. Akibatnya apa, impor inilah itulah, impor sapilah, tapi produksi dalam negerinya nggak ditingkatkan. Lama-lama impor ini bisa gila kita dibikin," tutur Sofjan.

Soal kedelai, para perajin tahu-tempe di Indonesia mulai merasakan dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berimbas pada harga kedelai impor. Sebanyak 11.500 perajin tahu dan tempe mengurangi jumlah produksinya setiap hari hampir 50%

"Jadi dari 115.000 perajin tahu dan tempe itu 10% (11.500 perajin) melakukan perlambatan produksi dari biasanya per hari mereka bisa produksi 100 kg kini hanya 50 kg saja," ungkap Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe dan Tahu Indonesia (Gakoptindo) Aip Syarifuddin.

Perajin yang paling banyak melakukan pengurangan produksi antara lain di Aceh dari 300 perajin hanya 100 pengrajin yang berproduksi normal. Begitupula dengan daerah lain seperti di Musi Banyuasin (Palembang), Kulonprogo (Yogyakarta). Bahkan banyak juga di antara perajin yang melakukan aksi demo terkait dampak mahalnya harga kedelai impor seperti yang terjadi di Aceh dan Kulonprogo.

"Harga kedelai itu tergantung daerahnya seperti di DKI Jakarta harganya itu Rp 8.500-8.700/kg, di Kulonprogo sudah 9.200/kg di Cilacap juga sama. Musi Banyuasin lebih dari Rp 9.000/kg harga normal itu kalau rupiah tidak melemah hanya Rp 7.500-7.700/kg," tuturnya.

Gakoptindo bersikap belum mau melakukan mogok produksi. Pihaknya masih menunggu keputusan apa yang dikeluarkan pemerintah termasuk salah satunya menunggu kejelasan realisasi impor kedelai oleh Perum Bulog.

"Gakoptindo belum mau mogok kita tunggu sikap pemerintah untuk menurunkan harga kedelai kita. Katanya minggu ini izin impor Bulog sudah mau keluar," cetusnya.

(dnl/hen)

00.26 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger